penyebab kegagalan di bisnis mlm

 

MLM (Multi Level Marketing) menjadi salah satu bisnis yang berkembang di Indonesia dan memberikan peluang pelaku usahanya bisa memperoleh kebebasan finansial. Namun demikian, banyak juga masyarakat yang masih memiliki stigma negatif terhadap bisnis mlm dikarenakan ulah beberapa oknum yang menjalankan bisnis ini dengan cara yang tidak baik seperti memaksa membeli dan memberi iming iming bisnis yang berlebihan seolah bisnis MLM adalah skema bisnis yang menjanjikan cepat kaya tanpa ada usaha dan kerja keras.

Sama halnya dengan bisnis konvensional lainnya, bisnis MLM adalah bisnis penjualan langsung secara berjenjang dimana pelaku mlm diharapkan bisa menjadi penjual yang handal dengan membangun jaringan pemasaran sendiri. Di MLM dikenal sebagai Downline. Downline ini adalah mitra penjualan Anda.

BACA: 3 Cara Ampuh Membangun Jaringan MLM Yang Kuat

Di Bisnis MLM anda akan mendapatkan bonus penjualan dari hasil usaha Anda sendiri dan tim pemasar Anda. Jika Anda bisa berprestasi dan melampaui target penjualan, biasanya Anda akan mendapatkan reward dan bonus dari perusahaan.

Banyak masyarakat salah kaprah memahami Bisnis MLM dengan menyamakan bisnis ini sebagai money game atau skema ponzy. Hal yang penting dan paling membedakan adalah adanya Produk yang dijual. Jika tidak ada produk yang dijual dan hanya melakukan perekrutan member maka bisa disebut Money Game.

Pada money game, keuntungan didapat dari pendaftaran member saja sedangkan pada bisnis MLM keuntungan diperoleh dari penjualan produk yang dilakukan sendiri dan tim yang berada dalam jaringan yang dibuat oleh pelaku MLM. Dalam penjualan berjenjang setiap pelaku MLM bisa membuat jaringan pemasar sendiri untuk meningkatkan penjualan. Jaringan pemasar dalam MLM dikenal sebagai penjual juga. Dengan kata lain, mereka adalah cabang toko Anda.

Penjualan produk bisa dilakukan dengan bergam cara kreatif dan inovatif. Saat sekarang, bisa dilakukan dengan menggunakan Digital Marketing. Hal ini sudah terbukti  bisa memberikan hasil maksimal karena bisa dilakukan kapan saja, tidak terbatas ruang dan waktu. Banyak kisah sukses para pelaku MLM berhasil dalam bisnis ini dengan strategi modern dengan memanfaatkan Media Sosial dan Digital Marketing

BACA: Cara Pintar Jualan dengan Artikel Marketing

Namun demikian, ada juga yang mengalami kegagalan dalam menjalankan bisnis MLM. Berikut ini 10 penyebab kegagalan di Bisnis MLM

1. Tidak Paham Bisnis MLM Yang Diikuti

Sebelum bergabung dalam bisnis MLM ada baiknya Anda memastikan perusahaan MLM dan Produk produk yang ditawarkan dalam bisnis MLM. Jangan sampai salah pilih dengan perusahaan yang berkedok MLM dengan skema Money Game. Perusahaan seperti ini biasanya ilegal dan tidak mendapatkan ijin terdaftar di APLI (Asosiasi Penjual Langsung Indonesia).

Pastikan Anda memahami Marketing Plan yang diberikan oleh Perusahaan untuk para mitra mitra bisnisnya.

Jangan memutuskan bergabung dalam bisnis MLM hanya karena iming iming reward bisnisnya saja sehingga Anda tidak kecewa dan sungguh sungguh bisa menikmati dan menjalani bisnis ini sepenuh hati dan bersungguh-sungguh.

2. Tidak Paham  Keunggulan Produk yang Dijual

Banyak orang bergabung dalam bisnis MLM karena tergiur oleh iming iming manis tanpa paham cara kerja bisnis MLM sehingga setelah memutuskan bergabung mereka biasanya akan bingung bagaimana  menjual karena tidak paham dengan produk yang dijual.

Anda pun perlu mempertimbangkan manfaat dan kegunaan produk supaya Anda bisa menjual dengan baik kepada orang lain. Pilih produk MLM yang berguna dan dibutuhkan oleh masyarakat banyak. Sebagai contoh  Penghemat BBM Ecoracing seperti Eco Motor, Eco Mobil, Eco Diesel yang mana bisa menghemat BBM hingga 50% serta membantu perawatan mesin dan ramah lingkungan karena terbuat dari 100 % bahan organik.

Bayangkan setiap orang memiliki kendaraan dan membutuhkan BBM. Dengan menggunakan penghemat BBM Ecoracing maka akan menghemat pengeluaran untuk bahan bakar kendaraan.

BACA: 6 Fakta Bisnis Ecoracing Jadi Peluang Usaha Terpopuler di Indonesia

3. Cek & Ricek Perusahaan MLM apakah sudah terdaftar di  APLI (Asosiasi Penjualan Langsung)

APLI merupakan asosiasi yang mewadahi penjualan baik Multi levet maupun Single Level. Perusahaan yang telah tergabung di APLI akan memiliki legalitas kuat dan pastinya memiliki SIUPL.

Untuk mendirikan sebuah perusahaan Multi level anda harus memiliki SIUPL. Surat Izin Untuk Penjualan Langsung (SIUPL) inilah yang akan tertera pada label produk yang dipasarkan. Dengan adanya izin tersebut maka sudah pasti produk tersebut legal untuk diperjual belikan.

cara kenali perusahaan mlm terpercaya

4. Tidak Paham Kompensasi Marketing Plan Perusahaan

Sama halnya bisnis konvensional, penjualan produk adalah ciri utama bisnis MLM. Dengan penjualan berjenjang Anda bisa mendapatkan penjualan lebih banyak dengan dibantu oleh mitra-mitra bisnis dalam ajringan pemasaran Anda.

Anda akan mendapatkan kompensasi dari perusahaan berupa bonus dan reward. Pastikan Anda bisa memahaminya sehingga akan memacu dan memberi semangat Anda untuk bisa sukses dalam bisnis MLM tempat Anda join. Selain itu, jangan sampai kompensasi yang diberikan perusahaan tidak mampu menutupi biaya marketing yang sudah Anda keluarkan.

5. Salah Target Sasaran dalam Memasarkan produk MLM

Target pasar yang tepat menjadi salah satu Cara Sukses Bisnis MLM. Target pasar yang tepat tentunya akan mempermudah dalam memasarkan produk yang akan kita jual.

Kebanyakan pebisnis MLM melakukan promosi kepada orang yang tidak butuh produknya dan menawarkan peluang membership kepada orang yang tidak butuh tambahan penghasilan atau tidak ada niatan berbisnis. Itu adalah kesalahan fatal yang sering kali ditemukan.

Sebagai contoh produk yang kita jual merupakan produk kecantikan otomatis pangsa pasar kita adalah kaum wanita. Lebih spesifik lagi jika kita menjual krim anti penuaan maka target utama kita adalah wanita dengan usia antara 30-40 tahun. Dengan demikian akan memudahkan kita dalam memilih konsumen yang tepat.

6. Terlalu Memaksakan Orang Untuk Membeli

Merekrut merupakan salah satu upaya untuk mencapai kesuksesan dalam bisnis ini. Karena dalam bisnis Netwrok Marketing, upline yang sukses adalah karena downline-nya sukses juga. Memperluas jaringan tentunya akan meningkatkan profit dan kompensasi yang akan diterima.

Pada dasarnya  stigma negatif yang beredar bermula dari para anggota yang terlalu berlebihan dalam menyampaikan informasi tentang bisnis ini. Segala upaya dilakukan agar calon member terpikat dan kemudian join. Lalu pada akhirnya setelah bergabung member akan merasaa kecewa karena ternyata tidak sesuai ekspektasi awal.

Tidak salah memang, hal ini dihalalkan dalam sebuah bisnis. Tetapi terlihat sangat tidak etis dan tidak beretika bukan?. Ungkapkan saja apa adanya, berkata dengan jujur, berikan informasi yang informatif jika memang belum tertarik tidak masalah anda bisa mengajaknya lain waktu. Kebanyakan upline yang cuma mengincar bonus tidak diberikan penjelasan yang baik tentang produk dan cara merekrut membernya sehingga kesulitan berbisnis.

7. Tidak Melibatkan keluarga, saudara ataupun teman

Banyak pelaku bisnis MLM yang sukses tidak melibatkan keluarga, saudara atau teman. Tidak ada salahnya menawarkan kepada mereka tapi jika mereka menolak jangan dipaksa. Cara terbaiknya adalah dengan membuktikan keberhasilan Anda kepada mereka sehingga mereka sendiri dengan kesadarannya akan bergabung sendiri mengikuti jejak kesuksesan Anda.

8. Tidak Membantu Downline untuk Sukses

Dalam bisnis MLM, keuntungan bisa Anda dapatkan dengan membentuk Tim penjualan yang solid yang bisa saling mendukung dan membantu satu sama lain. Anda tidak bekerja sendirian. Oleh karenanya diperlukan support untuk para member baru menjalankan bisnis mlm ini.

Bantulah downline supaya bisa berperan aktif dan membantu mereka mencapai target penjualannya dengan mengajarkan cara cara yang sudah Anda praktekkan kepada mereka sehingga mereka bisa naik ke level yang lebbih tinggi. Ingat Anda dan Downline Anda adalah satu tim. Kesuksesan Anda adalah kesuksesan downline Anda juga.

9. Tidak Memanfaatkan Teknologi

Di Era Teknologi sekarang, penggunaan teknologi menjadi sarana yang memudahkan Anda untuk berjualan dengan mudah tanpa terbatas oleh ruang dan waktu. Anda bisa menggunakan intternet untuk memasarkan produk produk MLM secara online.

Masih banyak yang menggunakan strategi offline untuk berjualan produk produk MLM. Memang tidak ada salahnya, tapi dengan cara kerja cerdas menggunakan teknologi yang ada, pencapaian target penjualan dan meraih bonus dan reward dari perusahaan akan menjadi lebih mudah dan cepat. Misalkan menggunakan strategi pemasaran Digital Marketing seperti yang dilakukan oleh Tim Smart EcoracingPreneur dalam melakukan penjualan produk-produk Ecoracing.

BACA: 4 Langkah Mudah Memulai Bisnis Ecoracing

10. Tidak Cerdas dalam Berpromosi

Sebagai pelaku bisnis MLM anda diharapkan bisa kreatif dan inovatif dalam melakukan strategi penjualan. Anda harus bekerja dengan cara cerdas untuk mencapai target penjualan. Banyak cara bisa dilakukan. Salah satunya dengan melakukan promosi .

Anda bisa melakukan promosi menggunakan cara offline dan Online. Sebagai contoh memasang spanduk, XBanner, pembuatan Boot untuk Pameran produk dll. Atau dengan cara online menggunakan facebook Ads, Google Ads, Instragram Ads, Youtube Ads dll.

Semakin banyak produk dan profil Anda dilihat maka semakin besar konversi penjualan yang akan didapatkan baik produk terjual maupun merekrut downline sebagai jaringan  pemasar Anda. Dengan cara yang cerdas maka Anda bisa meraih kesuksesan dalam bisnis MLM.

Demikian ulasan 10 penyebab kegagalan dalam bisnis MLM. Tentunya Anda dan saya tidak ingin gagal dalam menjalankan bisnis MLM. mari belajar bersama dari pengalaman orang orang sukses dalam bisnis MLM. Kebanyakan mereka bisa fokus dalam menjalankan bisnis  dan selalu mau belajar dan belajar serta mencoba cara cara kreatif dan inovatif untuk mencapau kesuksesan.

 

Translate »
Follow by Email
YouTube
Instagram